Cara Memilih Biji-Bijian yang Berkhasiat Bagi Kanker

Sejak jaman prasejarah, hasil olahan dari biji-bijan telah menjadi salah satu bahan makan pokok masyarakat agraris. Dan hampir setiap budaya menggunakan biji-bijian untuk dijadikan makanan, baik menjadi hidangan utama, hidangan penutup, hingga cemilan.

Ada dua jenis biji-bijian, whole grains dan refined grains. Jenis yang pertama, yaitu whole grains atau dalam Bahasa Indonesia biji-bijian utuh, kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin dan mineral lainnya, seperti vitamin B, vitamin E, magnesium, zat besi, zinc, dan bermacam-macam fitokimia. Whole grains juga rendah akan lemak dan saat dikombinasikan dengan kacang polong, ercis, dan  kacang-kacangan lainnya akan menjadi sumber protein lengkap yang baik.

Jenis yang kedua yaitu refined grains. Perbedaan keduanya nampak jelas dari namanya, jika tadi whole grains merupakan biji-bijian yang belum diproses sama sekali (utuh), refined grains kebalikannya. Refined grains adalah biji-bijian yang telah diproses. Pemrosesannya mencakup membuang bagian luar berseratnya dan bagian bibit kecil dalam gandum yang dikenal dengan istilah germ. Sayangnya, bagian yang dibuang tersebut dipenuhi dengan fitonutrien, sehingga bagian yang tersisa mengandung nutrisi yang sangat sedikit.

Biji-bijian sendiri digunakan untuk membuat berbagai macam tepung, yang merupakan bahan membuat roti, pasta, kue, dan lainnya. Tepung juga tidak jarang digunakan sebagai zat pengental atau aditif. Jika Anda sedang mencari tepung, carilah tapung dengan label whole grains, yang artinya tepung tersebut terbuat dari biji-bijian yang belum diproses, biji-bijian tersebut termasuk barley, beras merah, millet, soba, gandum, quinoa, spelt, dan whole wheat.

Manfaatnya Untuk Kesehatan

Mengurangi risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular. Penelitian yang dilakukan oleh The Iowa Women’s Health Study, yand diikuti oleh hampir 35,000 wanita berumur 55 sampai 68 tahun, menemukan bahwa semakin banyak biji-bijian utuh atau whole grains yang dimakan, semakin rendah risiko meninggal akibat penyakit jantung. Penelitian lainnya juga menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi banyak whole grains, memiliki risiko 35% lebih rendah untuk menderita diabetes tipe 2 dari pada orang yang mengonsumsi sedikit whole grains.

Mengurangi risiko kanker. Meski data yang ada merupakan gabungan, penelitian yang dilakukan selama 5 tahun terhadap hampir 500,000 pria dan wanita menunjukan bahwa mengonsumsi whole grains, yang bukan serat pangan, memberikan perlindungan dari kanker kolorektal.

Menjaga kesehatan pencernaan. Whole grains kaya akan serat, yang mana dapat menjaga tinja tetap lunak dan berisi. Serat juga dapat membantu mencegah penyakit divertikular.

Membantu penurunan berat badan. Serat dalam tepung whole grains dapat membantu Anda kenyang lebih cepat, sehingga berdampak pada penurunan berat badan. Vitamin B yang terkandung dalam tepung whole grains juga memiliki peran penting dalam metabolisme tubuh. Jika Anda sering menggunakan tepung whole grains, pastikan tidak terlalu banyak karena tepung whole grains relative tinggi akan kalori.

Menunjang kadar zat besi yang normal. Tepung whole grains juga kaya akan folat dan zat besi, keduanya dapat membantu tubuh Anda membentuk sel darah merah. Manfaat inilah yang juga membantu menangkal efek pada anemia.

Risikonya Untuk Kesehatan

Penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lainnya. Hasil olahan dari refined grains, seperti tepung, roti, dan sereal sarapan sudah diperkaya dengan zat besi, tiamin, riboflavin, folat, dan niasin. Meski begitu, tetap saja bahan utamanya yaitu refined grains, memiliki vitamin, mineral, dan serat pangan yang lebih sedikit dari produk whole grains.

Kalori kosong. Banyak nutrisi hilang dalam proses penggilingan dan pengolahan tepung. Saat membuat tepung putih dari gandum, bagian kulit dan germ dari gandum disingkirkan, sehingga mengurangi serat serta jumlah 22 vitamin dan mineral yang ditemukan di whole grains. Untuk nilai gizi terbaik, pilih tepung whole grain atau yang sudah diperkaya.

Malabsorpsi. Bagia mereka yang menderita penyakit celiac atau intoleransi gluten, mereka mungkin tidak dapat menyerap nutrisi dari beberapa jenis biji-bijian. Orang yang memiliki penyakit celiac tidak bisa mengkonsumsi biji-bijian seperti gandum, bulgur, dan gandum hitam. Gluten, protein dalam biji-bijian ini, menghasilkan perubahan pada lapisan usus halus, yang menyebabkan malabsorpsi nutrisi.

Sumber: deherba.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *