Tips Perjalanan Mudik Agar Selalu Aman Dan Nyaman

Perayaan Lebaran di kampung halaman mereka berjumpa dengan teman-teman serta teman-teman lama yg menarik. Namun, dalam perjalanan pulang, ia wajib mematuhi aturan untuk mencapai tujuan dengan selamat.
Kali ini pebalap nasional serta Managing Director Rifat Drive Labs (konsultan dalam keselamatan berkendara), Rifat Sungkar mengungkapkan trik mengemudi.

Baca juga : IELTS Task 1, TOEFL Speaking Sample, TOEFL Reading Practice

Meskipun kendaraan yg akan dipakai untuk mudik merupakan sejenis kendaraan beroda empat harian serta merasa bersedia untuk bepergian ke luar kota, itu bukan faktor mutlak dalam keselamatan.
“Selain itu, kendaraan beroda empat baru berumur satu alias dua tahun, melainkan butuh untuk dibuat, sifat perjalanan di kota serta kawasan pedesaan jauh berbeda, jadi tak bisa dipukuli semacam itu,” kata Rifat dalam pernyataan tertulisnya Jumat. / 8/2018).
Salah satu faktor yg melibatkan suami Sissy Priscillia selagi perayaan Lebaran merupakan kopernya baik ketika kembali alias kembali, dengan maksud mengangkat tangannya.
“Jika objek ditagih berlebihan, perilaku objek akan berubah. Konsep ini terjadi di dalam kendaraan beroda empat kami. Dalam faktor ini, perilaku kendaraan beroda empat ketika rem, ketika bergerak, alias berinteraksi.” Ia tak sama sebab ia akan menjadi lebih lambat serta lebih berani, ” terang Rifat.
Dia mengatakan, dalam perjalanan serta seusai melalui beberapa keadaan serta keadaan jalan, Kalian akan menyadari bahwa sifat kendaraan beroda empat yg dipakai tak sama dari yg dipakai sehari-hari.
“Inilah hasil apabila kita pulang ke rumah dengan kapasitas maksimum di dalam kendaraan. Kalian akan berpikir ketangkasan alias standar kelincahan kendaraan beroda empat Kalian merupakan berbeda. Untuk bisa memaksimalkan semua unsur keamanan serta menghindari bahaya yg bisa terjadi, pasti saja persiapannya diperlukan,” katanya.

Hal-hal yg wajib disediakan
Selama perayaan Lebaran, Rifat juga menyarankan beberapa komponen untuk diperiksa sebelum berangkat, antara lain, untuk memastikan keadaan kampas rem. Apalagi apabila kendaraan beroda empat itu berumur dua alias tiga tahun.
Ini sebab bantalan rem terlalu panas serta mulai habis. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kampas rem serta ban mobil.
“Ketika kendaraan beroda empat Kalian mengangkat beban yg berlebihan, ban Kalian tak bisa menunjukkan kemampuan maksimal. Ban yg berisi angin serta ban mempunyai tingkat elastisitas yg berbeda. Ini wajib dipertimbangkan tekanan angin jadi dengan berat maksimum, setidaknya ia akan mendekati kinerja paling baik ban dengan tekanan angin yg direkomendasikan. ”
Rifat bersikeras, wisatawan tak memaksakan diri serta berdebat tergantung bagaimana mereka akan berada di jalan.
“Ban sangatlah mendefinisikan elemen keselamatan sebab pada akhirnya ban merupakan tahap terbaru yg bisa mengendalikan kendaraan, apakah itu bergerak, mempercepat, alias mengerem,” kata Rifat.
Tentu saja persiapan lain bergantung pada keterampilan pengemudi serta keadaan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *